Close Menu
tisitwas.comtisitwas.com
  • Home
  • Breakups
  • Conflicts
  • Dating Tips
  • Marriage
  • Romance
  • Self-Love
  • Toxic Signs

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex

August 9, 2026

The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love

August 9, 2026

The moment I knew: As I packed, our future looked uncertain – then he gave me his fluffy pyjamas | Australian lifestyle

August 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
tisitwas.comtisitwas.com
  • Home
  • Breakups
  • Conflicts
  • Dating Tips
  • Marriage
  • Romance
  • Self-Love
  • Toxic Signs
tisitwas.comtisitwas.com
Home»Romance»Di Ambang Logika dan Luka. Ketika Kepedulian Menjadi Terlalu Dalam… | by Lusiana Céng | Apr, 2026
Romance

Di Ambang Logika dan Luka. Ketika Kepedulian Menjadi Terlalu Dalam… | by Lusiana Céng | Apr, 2026

kirklandc008@gmail.comBy kirklandc008@gmail.comApril 27, 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
Di Ambang Logika dan Luka. Ketika Kepedulian Menjadi Terlalu Dalam… | by Lusiana Céng | Apr, 2026
Share
Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

Polemik

Press enter or click to view image in full size

Gambar 1. Lalu lalang jalanan di tengah malam, ilustrasi (dokumentasi pribadi penulis).

Waktu itu jalanan tampak lengang, seakan-akan kota sedang menyembunyikan rahasianya sendiri. Lampu merah menyala dengan hitungan yang perlahan mundur, sementara aku duduk termenung memandangi punggung seseorang yang bahkan belum kusadari akan menjadi bagian dari kekacauan batinku di kemudian hari.

Sejarah pelik itu mulai terukir, bukan melalui deklarasi besar, bukan juga melalui romansa yang demonstratif, tetapi dari sesuatu yang jauh lebih samar, yaitu rasa kepedulian. Tragisnya, perhatian sederhana sering kali menjadi bentuk ketertarikan hati paling destruktif bagi seseorang yang terlalu lama hidup dalam keterasingan emosional.

“Kak, janji ya kamu tetap di sini dan gak akan pergi ataupun pulang,” pinta seorang anak manusia dengan santai dan tersenyum, seraya menyodorkan jari kelingkingnya untuk mengikat sebuah janji usai mengambil swafoto di tepi jalan dan di tengah malam yang terasa ganjil.

Sesaat kemudian, dia mengenakan helm yang sedikit kebesaran di kepalaku dengan ekspresi ringan, seolah dunia tidak pernah sekejam itu untuk melukai siapapun. Rasanya sangatlah aneh, untuk pertama kalinya aku diperlakukan dengan kelembutan yang bahkan asing bagi duniaku sendiri.

Setelah belasan tahun mengarungi kerasnya dinamika kehidupan seorang diri, tindakan kecil itu justru menghadirkan guncangan yang jauh lebih besar dibanding seluruh kerumitan pemikiran yang selama ini bersemayam di kepalaku. Ada semacam reaksi kimia di otak, sebuah impuls yang mengirimkan sinyal bahwa kedekatan semacam ini seharusnya tidak terjadi.

Polemik

Press enter or click to view image in full size

Gambar 2. Segelas milk coffee, ilustrasi (dokumentasi pribadi penulis).

Aku menyukainya sebagaimana dia menemukan adiksi pada kopi. Mulanya hanya ingin mengenal aromanya yang menenangkan, namun perlahan tenggelam pada getir yang tidak lagi mampu diterjemahkan oleh nalar, seolah perasaan memiliki semestanya sendiri, yang berdiri di luar jangkauan akal dan kausalitas manusia, sebuah rasa yang tumbuh di antara batas-batas yang tidak semestinya dilampaui, tetapi justru semakin hidup setiap kali berusaha disangkal.

Sebelumnya aku beranggapan bahwa dia hanyalah salah satu manusia yang datang untuk singgah sesaat, sebagaimana kebanyakan orang yang pernah melintasi hidupku. Namun tanpa kusadari, laki-laki yang berbeda generasi denganku tersebut perlahan mengubah banyak hal dalam diriku melalui sudut pandang dan tindakannya. Kini dia menetap pada setiap jengkal dinding hati tanpa kepemilikan.

Press enter or click to view image in full size

Gambar 3. Dua orang pramusaji dan seorang customer, ilustrasi (dokumentasi pribadi penulis).

Wajahnya yang teduh, perangainya yang bijak dan santun, serta ketajaman cara berpikirnya yang tidak jarang membuatku merasa sedang berdialog dengan seseorang yang memahami kehidupan jauh melampaui usianya. Sungguh aku bersaksi, dia adalah manusia cerdas yang memperlakukan sesamanya dengan sangat baik secara tulus dan konsisten.

Sejak saat itu aku mulai merasa takut. Takut apabila rasa ini tumbuh terlalu dalam di wilayah yang tidak semestinya. Takut karena norma berdiri terlalu kokoh untuk dinegosiasikan, sementara kenyataan sosial memiliki hukum-hukumnya sendiri, yang kerap kali tidak menerima hubungan semacam ini.

Press enter or click to view image in full size

Gambar 4. Inisial nama, ilustrasi (dokumentasi pribadi penulis).

Pelan-pelan aku mulai menghafal banyak hal tentangnya, seolah ingatanku bekerja lebih tekun daripada logikaku sendiri. Aku mengingat bagaimana senyuman itu merekah perlahan ketika dia menunjukkan sebuah inisial nama. Aku mengingat bagaimana matanya berbinar sesaat ketika mengetahui bahwa aku menyukai scent yang dia gunakan. Aku juga mengingat bagaimana dia tersenyum lebar sembari melahap street food, dengan ekspresi sederhana yang entah mengapa terasa begitu menyenangkan untuk dipandang.

Kini aku memahami bahwa hidup harus terus bergerak, walaupun ada perasaan yang belum sempat menemukan jalan dan penyelesaiannya. Di kehidupan ini, ada jenis cinta yang terlahir di tengah situasi yang rumit, lalu dipaksa bertahan sebagai perasaan yang hanya dapat dipelihara dalam diam.

Akhirnya manusia penggemar kopi itu telah menemukan rumahnya, seseorang yang dapat berjalan bersamanya tanpa perlu dibatasi oleh norma, usia, maupun kompleksitas keadaan. Seseorang yang mampu memberinya validitas, ketenangan, kepastian, serta kehidupan yang lebih masuk akal dan diterima dunia. Aku turut bahagia. Semoga musim semi itu tidak akan pernah berakhir. Semoga musim semi itu tidak mengenal akhir dan tinggal lebih lama daripada yang diizinkan waktu.

Ambang Apr Céng dalam dan Kepedulian Ketika Logika Luka Lusiana Menjadi Terlalu
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
kirklandc008@gmail.com
  • Website

Related Posts

Mungkin kita terlalu besar kepala

August 2, 2026

Merelakan Diri yang Lama, Ketika Kamu Berubah Menjadi Sosok yang Belum Kamu Kenali

July 23, 2026

Tentang Bertahan dalam Sebuah Pekerjaan

July 18, 2026

Sembuh bersama luka. Draft ! reposted (05/31/24) | by patrecia | Jul, 2026

July 15, 2026

Perjamuan dengan Kehampaan — Taksa dalam Cermin. | by Jeyy. | Jul, 2026

July 10, 2026

Tentang Mereka yang Takut Menjadi Diri yang Baru | by Sserei | Jul, 2026

July 7, 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss

My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex

By kirklandc008@gmail.comAugust 9, 2026

My husband and I have been together for six years. He is 60, 20 years…

The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love

August 9, 2026

The moment I knew: As I packed, our future looked uncertain – then he gave me his fluffy pyjamas | Australian lifestyle

August 8, 2026

Blind date: ‘I asked him to compliment my outfit and he said he didn’t really like it’ | Dating

August 8, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Our Picks

My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex

August 9, 2026

The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love

August 9, 2026

The moment I knew: As I packed, our future looked uncertain – then he gave me his fluffy pyjamas | Australian lifestyle

August 8, 2026

Blind date: ‘I asked him to compliment my outfit and he said he didn’t really like it’ | Dating

August 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

About Us

Welcome to tisitwas, your trusted space for honest, heartfelt, and empowering relationship advice. Whether you're healing from a breakup, dealing with arguments, or searching for the one, we're here to walk with you every step of the way.

Our Picks

My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex

August 9, 2026

The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love

August 9, 2026
Recent Posts
  • My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex
  • The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love
  • The moment I knew: As I packed, our future looked uncertain – then he gave me his fluffy pyjamas | Australian lifestyle
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • About Us
  • Get In Touch
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
© 2026 [Websie]. Designed by Pro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.