Close Menu
tisitwas.comtisitwas.com
  • Home
  • Breakups
  • Conflicts
  • Dating Tips
  • Marriage
  • Romance
  • Self-Love
  • Toxic Signs

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Why people want to be get loved ? | by Zyra Rose | Jul, 2026

July 4, 2026

Yang gersang boleh gersang dulu. photo by pinterest | by Salsabila Kemala Ansary Nst | Jul, 2026

July 4, 2026

Lionel Messi is incomparable, but Argentina rely too much on him as Cape Verde provide blueprint to hurt them

July 4, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
tisitwas.comtisitwas.com
  • Home
  • Breakups
  • Conflicts
  • Dating Tips
  • Marriage
  • Romance
  • Self-Love
  • Toxic Signs
tisitwas.comtisitwas.com
Home»Self-Love»Waktu Tidak Pernah Benar-Benar Mongobati | by Almondieu✨ | Apr, 2026
Self-Love

Waktu Tidak Pernah Benar-Benar Mongobati | by Almondieu✨ | Apr, 2026

kirklandc008@gmail.comBy kirklandc008@gmail.comApril 26, 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
Waktu Tidak Pernah Benar-Benar Mongobati | by Almondieu✨ | Apr, 2026
Share
Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

Almondieu✨

Press enter or click to view image in full size

Sepertinya benar, penyadaranku mengenai kekalutan hebat selama satu bulan lalu adalah datang dari sebuah respon trauma. Sejak pikiran ini tiba, saat itulah aku menjadi tenang. Tidak ada lagi sakit kepala, kabut di otak, hati yang berat, dan jantung kembali berdetak dengan irama yang seharusnya. Rasanya tubuhku seperti mengonfirmasi jawaban yang aku cari. Mungkin benar adanya bahwa kadang tubuh lebih cepat mengenali sebuah pelajaran yang harus diambil, ketimbang pikiran yang terlalu bercabang. Mungkin benar adanya rasa sakit tiba dan akan terus ada sampai aku bisa mengerti apa pesan dibaliknya.

Dari rasa sakit kali ini aku jadi paham tidak ada yang salah di sini, bukan salah dia ataupun salahku. Tubuhku hanya ingin berkata masih ada luka yang tersisa yang terlupa dan perlu ditata. Iya, luka dikhianati oleh ayah sendiri itu ternyata masih bersisa setelah bertahun-tahun lamanya. Ketika hidup berjalan meninggalkan ingatan bahwa kejadian itu pernah ada. Aku pikir hal itu cukup, aku pikir seperti yang banyak orang bilang, waktu akan mengobati semuanya. Sampai saat luka tersembunyi ini berteriak minta dirawat setelah sekian lama bersabar, seolah menunggu giliran, menunggu hal lain terselesaikan, dan kali ini kembali mengingatkan.

Mungkin saja juga bukan hanya luka, mungkin saja sebagian dariku yang lain berusaha menjadi pelindung. Diriku bereaksi ketika ada sebuah interaksi baru yang tidak biasa. Dia membunyikan alarm keras-keras untuk mengingatkan hubungan ini bisa menjadi petaka dan membawa aku ke dasar palung yang sebelumnya sudah susah payah aku tinggalkan. Meskipun alarm ini berbunyi terlalu dini, ketika bahkan kami belum sempat interaksi lebih lagi.Tapi bukankah ini sebuah hal yang perlu disyukuri? Diriku diberkahi agar begitu peka untuk menjaga.

Aku pernah berkata, “tanpa memiliki hubungan dengan orang lain pun, kita tetap melalui proses pendewasaan”. Tapi ternyata saat aku mencoba membuka pintu, membiarkan orang lain masuk ke dalam hati yang selalu aku jaga rapat-rapat merupakan sebuah proses pendewasaan yang lain, yang tidak aku sangka justru aku butuhkan karena dia membawa sebagian diriku yang lain, kali ini luka yang tidak aku sadari. Untuk hal ini, rasanya aku ingin mengirimkan pelukan terhangat pada diriku sendiri karena kali ini aku berani mencoba.

Sejauh tulisan ini, rasanya hatiku semakin menemukan ketenangannya, menemukan tempatnya. Mungkin merawat luka tidak selalu membutuhkan sesuatu yang heroik. Mungkin ia hanya perlu disadari dan dipahami. Tidak pula perlu dijadikan sebuah kemalangan. Mungkin ini pelajaran yang ingin tuhan titipkan bahwa aku belum sepenuhnya mengenali dan menyelami diriku sendiri sebelum mengenal orang lain. Mungkin dengan memahami lukanya, akan lebih mudah menenangkannya. Mungkin setelahnya, cangkirku bisa lebih besar dan siap menerima kasih dari seseorang di luar sana yang tidak ragu menumpkah sebanyak-banyaknya.

Mungkin juga agar aku punya bekal untuk melalui proses pendekatan lebih tenang, perlahan, dan objektif. Agar aku tahu dengan apa yang sebetulnya aku cari di dalam sebuah ikatan. Agar ketika aku merasakan letup-letup bahagia, tidak mudah hilang arah.Tidak juga mudah cemas bahwa ini akan menjadi sebuah hubungan yang lebih lagi, terintimidasi, lalu lari. Atau ketika menemukan ketidakselarasan, tidak mudah menyimpulkan bahwa ini sebuah kesalahan, dan tetap lari.

Membuka banyak kemungkinan akan dinamika yang perlu dijalani ketika menemukan pribadi berbeda pada diri orang lain. Atau menerima bahwa kadang pertemuan memang bukan untuk bertahan. Ketika itu tiba, aku bisa melepaskan dan memulai lagi dengan ketenangan. Mungkin pada intinya tuhan hanya ingin membuat aku lebih dewasa dan lebih kuat untuk mencoba bertahan. Karena sampai kapan?

Almondieu Apr BenarBenar Mongobati Pernah tidak Waktu
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
kirklandc008@gmail.com
  • Website

Related Posts

Yang gersang boleh gersang dulu. photo by pinterest | by Salsabila Kemala Ansary Nst | Jul, 2026

July 4, 2026

The Luxury of One. A Poem by A.S. | by Alyze Sam, “I’m just here to serve” | Jul, 2026

July 4, 2026

If I Was Meant to Be Alone, Take Away My Desire to Be Loved | by Diphylleia Grayi 🪼🌷🌻 | Jul, 2026

July 3, 2026

When Your Nervous System Falls in Love Before Your Rational Mind Does | by Kurt Ferreira | Jul, 2026

July 3, 2026

para um encontro que me expandiu. nem toda conexão nasce para durar… | by 7OR7 | Jul, 2026

July 3, 2026

I took a ‘before’ pic of myself that really shamed me. | by Donna Patricios | Jul, 2026

July 3, 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss

Why people want to be get loved ? | by Zyra Rose | Jul, 2026

By kirklandc008@gmail.comJuly 4, 2026

No matter what people have in their life,at the end they want someone to share…

Yang gersang boleh gersang dulu. photo by pinterest | by Salsabila Kemala Ansary Nst | Jul, 2026

July 4, 2026

Lionel Messi is incomparable, but Argentina rely too much on him as Cape Verde provide blueprint to hurt them

July 4, 2026

Ease, Not Effortlessness. The healthiest relationships don’t ask… | by Tiffany Post | Jul, 2026

July 4, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Our Picks

Why people want to be get loved ? | by Zyra Rose | Jul, 2026

July 4, 2026

Yang gersang boleh gersang dulu. photo by pinterest | by Salsabila Kemala Ansary Nst | Jul, 2026

July 4, 2026

Lionel Messi is incomparable, but Argentina rely too much on him as Cape Verde provide blueprint to hurt them

July 4, 2026

Ease, Not Effortlessness. The healthiest relationships don’t ask… | by Tiffany Post | Jul, 2026

July 4, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

About Us

Welcome to tisitwas, your trusted space for honest, heartfelt, and empowering relationship advice. Whether you're healing from a breakup, dealing with arguments, or searching for the one, we're here to walk with you every step of the way.

Our Picks

Why people want to be get loved ? | by Zyra Rose | Jul, 2026

July 4, 2026

Yang gersang boleh gersang dulu. photo by pinterest | by Salsabila Kemala Ansary Nst | Jul, 2026

July 4, 2026
Recent Posts
  • Why people want to be get loved ? | by Zyra Rose | Jul, 2026
  • Yang gersang boleh gersang dulu. photo by pinterest | by Salsabila Kemala Ansary Nst | Jul, 2026
  • Lionel Messi is incomparable, but Argentina rely too much on him as Cape Verde provide blueprint to hurt them
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • About Us
  • Get In Touch
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
© 2026 [Websie]. Designed by Pro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.