Close Menu
tisitwas.comtisitwas.com
  • Home
  • Breakups
  • Conflicts
  • Dating Tips
  • Marriage
  • Romance
  • Self-Love
  • Toxic Signs

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex

August 9, 2026

The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love

August 9, 2026

The moment I knew: As I packed, our future looked uncertain – then he gave me his fluffy pyjamas | Australian lifestyle

August 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
tisitwas.comtisitwas.com
  • Home
  • Breakups
  • Conflicts
  • Dating Tips
  • Marriage
  • Romance
  • Self-Love
  • Toxic Signs
tisitwas.comtisitwas.com
Home»Self-Love»Jalan 1: Serpihan Asa yang Masih Tertinggal | by Na` | Jul, 2026
Self-Love

Jalan 1: Serpihan Asa yang Masih Tertinggal | by Na` | Jul, 2026

kirklandc008@gmail.comBy kirklandc008@gmail.comJuly 2, 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
Jalan 1: Serpihan Asa yang Masih Tertinggal | by Na` | Jul, 2026
Share
Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

Na`

Press enter or click to view image in full size

https://pin.it/7gV5jZwPo
. . .

Tak peduli bagaimana beratnya hari kemarin, esok pagi dengan rutinitas yang tak pernah absen, aku masih meminum latte di tempat yang sama, dengan pemandangan yang juga itu-itu saja. Memangku benda persegi yang sekarang rasanya telah menjadi separuh jiwaku, membaca artikel yang berbeda disetiap harinya.

Menyapu pandang pada langit yang berwarna biru, terbenam dalam lamunan akan ketidakpastian. Akhir-akhir ini, asa yang memiliki bentuk sempurna rasanya mulai melebur menjadi sebuah serpihan yang tajam. Menyakitkan bagaimana asa itu menancap dan merobohkan diriku secara perlahan, membuatku takut untuk kembali memilikinya.

Kerap kali aku merasa bahwa hidup bukanlah sebuah pilihan, rasanya bahkan tak punya kesempatan untuk memilih. Dibanding memilih, kita lebih sering menelan dan menutupi segala kekecewaan dengan kalimat “Mungkin memang ini takdirnya.” Perasaanku pagi itu kemudian divalidasi sekaligus dikoreksi oleh sebuah artikel yang ku baca.

Jika dalam hidup manusia benar-benar bisa memilih, tidak akan ada kehidupan yang dapat dihargai. Semua manusia akan memilih yang terbaik bagi dirinya sendiri. Lalu bagaimana kita tahu sesuatu itu baik saat semuanya terasa baik.

Dikutip dari sebuah artikel “Merasa dan Memiliki Asa” — by gisella

Ribuan kata yang tertulis dalam artikel itu membuka sudut pandangku. Nyatanya, jika manusia bisa memilih maka mereka hanya akan memilih yang terbaik bagi dirinya sendiri, menjadi egois, dan mungkin lupa akan sang pencipta, mungkin akan lupa bagaimana rasanya mengucap syukur. Manusia akan kehilangan eksistensinya di dunia ini.

Karena jika benar hidup itu pilihan, aku akan lebih memilih untuk tidak hidup. Karena terkadang menyakitkan melihat diriku yang merasa bersalah karena telah hidup.

Aku takut untuk kembali memiliki asa. Takut asa yang kupunya hanya akan membawaku tergerus jauh ke dalam kubangan yang gelap. Aku kehilangan cara tentang bagaimana memaknai hidup, berdiri di tengah ketidakpastian selalu meresahkanku. Maka rasanya artikel yang ku baca pagi itu telah menyelamatkanku. Ketidakpastian dan ketakutan akan masa depan justru adalah hal yang masih membuatku hidup sampai sekarang, menjadi alat penggerak yang paling ampuh walau rasanya ingin sekali menyerah.

Rupanya aku tidak kehilangan asa. Ia hanya berubah bentuk menjadi sebuah serpihan kecil. Aku masih memilikinya, karena jika aku benar-benar tidak memilikinya, mungkin aku tidak ada untuk menulis ini.

Maka dari secangkir kopi dan artikel yang menemaniku kala itu, aku memutuskan untuk memulai kembali perjalanan.

Untuk menutup tulisan ini, dari jiwaku yang nyaris kehilangan asa, ingin ku katakan bahwa:

Sebanyak apapun keinginan, impian, dan doa yang masih belum sempat menjelma menjadi sebuah kenyataan, manusia harus tetap memelihara asa di dalam jiwanya. Barangkali dengan segala kenyataan pahit, impian yang mati berguguran, dan hari yang penuh sepi dan hampa itulah yang membentuk kita menjadi manusia yang lebih lembut, dan lebih mampu memahami perjuangan atau penderitaan orang lain.

Salam hangat

-n

Asa Jalan Jul Masih Serpihan Tertinggal yang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
kirklandc008@gmail.com
  • Website

Related Posts

What Happened When I Finally Stopped Saying “I’m Fine”

August 6, 2026

Augustine Was Never Asking to Be Chosen

August 5, 2026

Are Relationships For Suckers — Finalist for Global Book Award

August 5, 2026

Why Self-Care Matters Most When You Have No Time

August 5, 2026

Kepada Kamu: Tak Ada Sunset untuk Kita Hari Itu

August 5, 2026

Same Café, New Me: How I Found Freedom Without Changing My Life

August 4, 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss

My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex

By kirklandc008@gmail.comAugust 9, 2026

My husband and I have been together for six years. He is 60, 20 years…

The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love

August 9, 2026

The moment I knew: As I packed, our future looked uncertain – then he gave me his fluffy pyjamas | Australian lifestyle

August 8, 2026

Blind date: ‘I asked him to compliment my outfit and he said he didn’t really like it’ | Dating

August 8, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Our Picks

My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex

August 9, 2026

The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love

August 9, 2026

The moment I knew: As I packed, our future looked uncertain – then he gave me his fluffy pyjamas | Australian lifestyle

August 8, 2026

Blind date: ‘I asked him to compliment my outfit and he said he didn’t really like it’ | Dating

August 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

About Us

Welcome to tisitwas, your trusted space for honest, heartfelt, and empowering relationship advice. Whether you're healing from a breakup, dealing with arguments, or searching for the one, we're here to walk with you every step of the way.

Our Picks

My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex

August 9, 2026

The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love

August 9, 2026
Recent Posts
  • My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex
  • The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love
  • The moment I knew: As I packed, our future looked uncertain – then he gave me his fluffy pyjamas | Australian lifestyle
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • About Us
  • Get In Touch
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
© 2026 [Websie]. Designed by Pro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.