Close Menu
tisitwas.comtisitwas.com
  • Home
  • Breakups
  • Conflicts
  • Dating Tips
  • Marriage
  • Romance
  • Self-Love
  • Toxic Signs

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex

August 9, 2026

The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love

August 9, 2026

The moment I knew: As I packed, our future looked uncertain – then he gave me his fluffy pyjamas | Australian lifestyle

August 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
tisitwas.comtisitwas.com
  • Home
  • Breakups
  • Conflicts
  • Dating Tips
  • Marriage
  • Romance
  • Self-Love
  • Toxic Signs
tisitwas.comtisitwas.com
Home»Self-Love»Belajar Berdamai dengan Hal yang Tidak Bisa Kita Kendalikan
Self-Love

Belajar Berdamai dengan Hal yang Tidak Bisa Kita Kendalikan

kirklandc008@gmail.comBy kirklandc008@gmail.comAugust 2, 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
Belajar Berdamai dengan Hal yang Tidak Bisa Kita Kendalikan
Share
Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

Afivelle

Press enter or click to view image in full size

Sebagian besar kegelisahan manusia tidak lahir karena hidup terlalu sulit, tetapi karena kita berharap hidup selalu dapat diprediksi. Kita menyusun rencana, membuat berbagai kemungkinan, dan berusaha mengantisipasi segala hal. Namun, semakin keras kita mencoba mengendalikan kehidupan, semakin sering kita kecewa ketika kenyataan memilih jalannya sendiri.

Tanpa sadar, sebagian besar kecemasan yang kita rasakan, lahir dari keinginan untuk mengendalikan sesuatu yang memang tidak pernah berada dalam genggaman kita.

Manusia memang menyukai kepastian. Ketika sesuatu terasa tidak pasti, pikiran kita akan segera mengisi kekosongan itu dengan berbagai kemungkinan. “Bagaimana kalau gagal?” “Bagaimana kalau dia berubah?” “Bagaimana kalau semua usahaku sia-sia?”

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sering kali terdengar seperti bentuk antisipasi, padahal lebih sering menjadi pintu masuk bagi kecemasan yang berkepanjangan.

Ironisnya, hidup tidak pernah menawarkan jaminan. Tidak ada rumus yang mengatakan bahwa kerja keras selalu berakhir dengan keberhasilan, ketulusan selalu dibalas dengan kesetiaan, atau rencana yang matang pasti berjalan sempurna.

Kita hidup di dunia yang dipenuhi variabel yang tidak bisa kita atur, seperti keputusan orang lain, perubahan keadaan, waktu, bahkan keberuntungan.

Di sinilah banyak dari kita terjebak. Kita menghabiskan energi untuk memikirkan hasil, padahal yang benar-benar bisa kita lakukan hanyalah mengendalikan proses.

Masalahnya, kita sering membalik keduanya. Kita justru terlalu sibuk memikirkan hal-hal yang tidak bisa diubah, sementara mengabaikan hal-hal yang sebenarnya bisa kita lakukan hari ini.

Namun, memahami apa yang bisa dan tidak bisa kita kendalikan bukan berarti membuat kita terbebas dari rasa takut atau cemas. Kita tetap manusia yang akan merasakan khawatir, sedih, kecewa, dan ragu.

Dr. Susan David, seorang psikolog di Harvard Medical School dan penulis buku terkenal berjudul Emotional Agility, menjelaskan bahwa kesehatan emosional bukan berarti kita tidak pernah merasa takut, sedih, atau cemas. Justru orang yang sehat secara emosional tetap bisa merasakan semua emosi itu, tetapi tidak membiarkan emosi tersebut mengendalikan setiap keputusan yang ia ambil.

Kita hanya perlu berhenti menjadikan rasa takut sebagai pengemudi hidup kita.

Sering kali, keinginan untuk mengendalikan segala sesuatu lahir dari niat yang baik. Kita ingin melindungi diri dari kekecewaan. Kita ingin memastikan tidak ada yang salah. Namun, ketika kebutuhan akan kepastian menjadi terlalu besar, hidup berubah menjadi ruang yang penuh kewaspadaan. Kita selalu memikirkan apa yang mungkin terjadi, sampai lupa hadir dalam apa yang sedang terjadi.

Berdamai dengan hal yang tidak bisa kita kendalikan bukan berarti berhenti bermimpi. Bukan pula berarti menyerahkan hidup begitu saja kepada nasib. Berdamai berarti mengalihkan perhatian dari hasil yang belum tentu terjadi menuju tindakan yang bisa kita lakukan hari ini.

Mungkin kita tidak bisa menentukan kapan kesempatan datang.

Tetapi kita bisa mempersiapkan diri ketika kesempatan itu tiba.

Mungkin kita tidak bisa menghapus masa lalu.

Tetapi kita bisa memilih pelajaran yang akan kita bawa ke masa depan.

Mungkin kita tidak bisa membuat semua orang menyukai kita.

Tetapi kita bisa memastikan bahwa kita tetap hidup sesuai dengan nilai yang kita yakini.

Pada akhirnya, hidup bukan tentang memiliki kendali atas segala sesuatu. Hidup adalah tentang mengetahui kapan harus berusaha sepenuh hati, dan kapan harus melepaskan dengan lapang dada.

Sebab terkadang, keberanian bukan hanya tentang seberapa kuat kita menggenggam sesuatu, tetapi juga tentang seberapa bijaksana kita memahami bahwa tidak semua hal memang ditakdirkan untuk kita kendalikan.

Ini sejalan dengan apa yang disampaikan Marcus Aurelius dalam Meditations. Ia percaya bahwa ketenangan tidak datang ketika kita mampu mengatur semua hal di luar diri kita, tetapi ketika kita mampu menjaga pikiran tetap tenang di tengah keadaan yang tidak pasti. Beliau menulis:

“You have power over your mind, not outside events. Realize this, and you will find strength.”

Kutipan tersebut mengingatkan bahwa kekuatan terbesar manusia bukan terletak pada kemampuannya mengendalikan segala sesuatu di luar dirinya, melainkan pada kemampuannya mengendalikan cara berpikir dan merespons keadaan.

Karena hidup tidak meminta kita menguasai segala sesuatu. Hidup hanya meminta kita belajar menguasai diri sendiri.

Mungkin, ketenangan mulai hadir ketika kita mampu berkata:

“Aku akan memberikan yang terbaik untuk hal-hal yang bisa kulakukan, dan aku akan mengikhlaskan hal-hal yang memang tidak pernah menjadi milikku untuk dikendalikan.”

end.

Belajar Berdamai Bisa dengan Hal Kendalikan kita tidak yang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
kirklandc008@gmail.com
  • Website

Related Posts

What Happened When I Finally Stopped Saying “I’m Fine”

August 6, 2026

Augustine Was Never Asking to Be Chosen

August 5, 2026

Are Relationships For Suckers — Finalist for Global Book Award

August 5, 2026

Why Self-Care Matters Most When You Have No Time

August 5, 2026

Kepada Kamu: Tak Ada Sunset untuk Kita Hari Itu

August 5, 2026

Same Café, New Me: How I Found Freedom Without Changing My Life

August 4, 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss

My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex

By kirklandc008@gmail.comAugust 9, 2026

My husband and I have been together for six years. He is 60, 20 years…

The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love

August 9, 2026

The moment I knew: As I packed, our future looked uncertain – then he gave me his fluffy pyjamas | Australian lifestyle

August 8, 2026

Blind date: ‘I asked him to compliment my outfit and he said he didn’t really like it’ | Dating

August 8, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Our Picks

My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex

August 9, 2026

The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love

August 9, 2026

The moment I knew: As I packed, our future looked uncertain – then he gave me his fluffy pyjamas | Australian lifestyle

August 8, 2026

Blind date: ‘I asked him to compliment my outfit and he said he didn’t really like it’ | Dating

August 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

About Us

Welcome to tisitwas, your trusted space for honest, heartfelt, and empowering relationship advice. Whether you're healing from a breakup, dealing with arguments, or searching for the one, we're here to walk with you every step of the way.

Our Picks

My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex

August 9, 2026

The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love

August 9, 2026
Recent Posts
  • My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex
  • The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love
  • The moment I knew: As I packed, our future looked uncertain – then he gave me his fluffy pyjamas | Australian lifestyle
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • About Us
  • Get In Touch
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
© 2026 [Websie]. Designed by Pro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.