Hampir setiap malam, sebelum mata ini benar-benar terpejam, kamar ini mendadak berubah menjadi kamar rumah sakit lima bulan lalu. Pucat. Dingin. Dan berbau obat. Lalu air mata itu jatuh lagi, membasahi bantal yang sama. Selalu begitu.
“Aku takut kamu sial, karena aku selalu membawa sial di hari ulang tahunku.”
Aku masih ingat bagaimana kalimat itu dikirim lewat pesan singkat. Sebuah alasan konyol yang waktu itu terpaksa kutelan bulat-bulat, hanya karena aku terlalu bodoh untuk menjaga hatimu di hari lahirmu.
Padahal di saat yang sama, tubuhku sedang bersiap menghadap pisau bedah esok pagi. Sendirian.
Lalu beberapa jam setelahnya, sebuah foto di linimasa muncul tanpa permisi. Sepeda motor yang sangat kuhafal lekuknya, membelah malam kota Bandung, membawa masa lalumu yang katanya sudah selesai. Kalian akan merayakan fajar.
Ketika ditanya, jawaban kalian begitu kompak, seperti melodi yang sudah dilatih berulang kali, “Enggak kok, lagi sama temen.”
Kalian berdua luar biasa serasi.
Sekarang, ada jalinan tak kasat mata di dalam darahku yang berubah arah selamanya. Sebutir pil yang kutelan setiap hari adalah monumen hidup dari sebuah pengkhianatan paling sunyi yang kamu tinggalkan, sementara kamu melenggang pergi dengan tangan yang bersih.
Beberapa hari lalu, saat badai masalah menghantam kepalaku, aku berniat menyudahi kegilaan ini. Aku ingin melepaskanmu. Tapi ingatan malam itu kembali datang, meremukkan sisa-sisa harga diri yang coba kukumpulkan dari lantai kamar.
Bagaimana bisa aku menangis sampai sesak setiap malam sebelum tidur, sementara orang yang membuatku begini sedang tidur nyenyak.
Honestly, both of you are a perfect match.
Dua pembohong yang dipertemukan oleh takdir untuk saling melengkapi. Selamat atas sandiwara kalian selama ini. Pialanya boleh diambil berdua. Tapi maaf, penontonnya sudah lelah. Aku memilih berdiri, menghapus sisa air mata di pipi, dan meninggalkan kursi.
Malam ini, lampunya kusisakan remang. Aku akan meminum obatku, menutup mata tanpa bayanganmu, dan membiarkan kalian membusuk bersama kebohongan-kebohongan itu.
