Kapan kiranya terakhir kalian mengucap, “Aku bangga sekali dengan kamu” kepada diri sendiri?
Hmm, kalo aku tadi malam hehe. Dan lagi-lagi, aku menemukan satu hal luar biasa dari sini.
Rupanya afeksi yang biasanya kita harapkan datangnya dari orang lain, justru memiliki impact yang cukup besar jika kita sendiri yang ngasih.
Di momen itu, aku benar-benar merasa bahagia dan cukup dengan diriku yang sekarang. Yang mungkin untuk sebagian orang mengapresiasi diri sendiri itu adalah pekerjaan paling sulit, ya kan? Wkwk.
Tanpa sadar, kita lebih sering jahat ke diri sendiri. Mulai dari ngerasa insecure berlebihan, merendahkan atau membandingkan dengan manusia lain, sampai mengolok-olok atau mengkritik ketika kita melakukan suatu kesalahan. Hayooo, siapa yang suka begini? Saya sendiri versi kemarin-kemarin si, Bang 🙋🏻♀️
Aku tidak akan menulis dari sisi bak seorang ahli psikologis ya, teman-teman, karena jujur itu bukan ranahku. Namun, setelah melewati banyak hal dan menjadikan proses “Membaca Diri Sendiri” sebagai suatu project, pada akhirnya aku mulai merasa sudah mencapai goals, yaitu rasa hormat dan banyak apresiasi yang pada akhirnya dapat aku lontarkan ke diri sendiri.
Perasaan penuh dan berharga itu ternyata bisa terjadi meski tidak ada orang lain yang mengucapkan kalimat-kalimat apresiasi seperti yang aku tulis sebelumnya. Artinya, untuk merasa *penuh* tidak perlu menunggu orang lain ya kan? Namun, memang ada kalanya sebagai makhluk sosial, kita merasa lebih hidup kalo kalimat tersebut dilontarkan dari mulut orang lain, apalagi orang yang kita kasihi. Kalo kata Luluk sih, membuat kita merasa ada dan berharga.
Namun, yang mau aku highlight adalah : perasaan bangga kepada diri sendiri, penuh, berharga, dan lebih hidup bisa didapatkan tanpa bergantung kepada orang lain. Toh, pada dasarnya diri kita bisa memberikan hal yang sangat kita butuhkan tsb.
Kalo aku bilang kalimat “Aku bangga sekali dengan kamu” adalah salah satu magic word, kira-kira kalian bakal ketawa nggak? Wkwk. Ini sama halnya dengan ucapan terima kasih dan maaf kepada diri sendiri yang menurutku setiap hari kita punya tugas penting untuk mengucapkannya sesering mungkin.
Sebagai penutup, selain udah #BacaBukuApaHariIni?, sudahkah kalian mengapresiasi diri sendiri hari ini?
— Kokila