mungkin kau akan lelah karena aku yang tak pernah lelah berusaha menggapaimu dalam angan.
di setiap waktu luang yang ku punya, lamunan dan alunan lagu mendengungkan namamu.
aku ingat mengucapkan satu permintaan pada bintang yang melebur bersama bintang-bintang lainnya, dan mereka mengabulkannya.
dengan berani, debu kosmik menginjakkan kakinya di bumi dan menemani kita. menghantarkan kita pada suatu kesucian yang telah lama ingin diuntai.
kita berkata iya pada sebuah pengharapan yang tulus, lalu menikmati aurora yang seakan tak berujung.
hatiku masih bergetar. mata sendumu selalu berhasil menarik lebih dekat jiwa yang ingin dijamah ini. seraya berbicara pelan, sentuh juga jiwaku.
aku hanya ingin menjadi tempat teramanmu. membuatmu merasakan apa yang seharusnya dirasakan seseorang ketika mencinta. menghilangkan tanya dan keraguan, meski ternyata semuanya tak pernah benar-benar tertampung penuh dan tetap menyisakan gusar.
jika aku diminta memohon sekali lagi pada debu bintang yang melintasi angkasa, aku akan memintamu kembali, lagi, dan lagi. seperti lagu kesukaan yang terus diputar. aku ingin tetap berdansa denganmu.
maafkan aku jika pada akhirnya aku menjadi kutukan terburukmu. namun ketahuilah, aku telah melewati seribu malam merintihkan sesuatu yang akhirnya memiliki nama yakni namamu.