“Orang sepertimu tidak pantas dicintai” katanya.
Lah, memang iya.
Orang bodoh mana yang mau dengan ikhlas mencintai wanita sepertiku? Yang membawa trauma sepanjang hidupnya, yang melupakan mimpi-mimpi dan hasratnya ketika menginjak umur 25 tahun, yang belum selesai dengan dirinya sendiri, yang bertanya-tanya apakah hari esok akan berpihak padanya, yang bahkan tidak merasa cukup untuk dirinya sendiri, apalagi ditambah orang lain?
Orang bodoh mana yang menerima semua itu? Bahkan, jika diberi pilihan, dirinya sendiri pun tak sudi mencintai manusia seperti dirinya.
Meninggalkannya dan memilih wanita itu mungkin menjadi salah satu keputusan terbaik yang pernah ia ambil.
Pergilah. Lelaki sepertimu pantas mendapatkan wanita yang tak perlu berjuang sendirian untuk memenuhi hidupnya, yang punya tempat pulang saat dunia menyakitinya, yang bisa kau jadikan sandaran karena pundaknya tidak penuh oleh harapan dan tuntutan orang tuanya.
Pergilah, berbahagialah dengan pilihanmu. Biarkan wanita ini menjadi pelajaran berharga dalam hidupmu, agar kelak kau mengingatnya sebagai seseorang yang pernah kau temui – wanita yang penuh luka, namun tetap berusaha mencintai dengan caranya.
