Close Menu
tisitwas.comtisitwas.com
  • Home
  • Breakups
  • Conflicts
  • Dating Tips
  • Marriage
  • Romance
  • Self-Love
  • Toxic Signs

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Guest Column| Policy, not farmers, holding back Punjab’s diversification

May 8, 2026

When women choose non-monogamy: ‘It’s an opportunity for more integration’ | Relationships

May 8, 2026

UP govt sacks five doctors, orders action against 16 health officials for negligence

May 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
tisitwas.comtisitwas.com
  • Home
  • Breakups
  • Conflicts
  • Dating Tips
  • Marriage
  • Romance
  • Self-Love
  • Toxic Signs
tisitwas.comtisitwas.com
Home»Self-Love»Menikmati Hidup sebagai Seorang Perempuan | by Lily ୨ৎ | Berbagi & Berdampak | May, 2026
Self-Love

Menikmati Hidup sebagai Seorang Perempuan | by Lily ୨ৎ | Berbagi & Berdampak | May, 2026

kirklandc008@gmail.comBy kirklandc008@gmail.comMay 5, 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
Menikmati Hidup sebagai Seorang Perempuan | by Lily ୨ৎ | Berbagi & Berdampak | May, 2026
Share
Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

Saya ingin mencintai diri saya sebagai perempuan yang penuh luka dan penderitaan.

Lily ୨ৎ

Press enter or click to view image in full size

https://pin.it/6G0d7sKIx

Beberapa waktu lalu saya menghadiri dua talkshow sekaligus, pembahasannya tidak lepas dari topik perempuan. saya tidak mengharapkan apa pun dari talkshow ini intinya saya hanya ingin hadir saja, minimal saya dapat teman baru. Dari dua talkshow yang saya datangi belum ada insight baru yang saya dapat, bukan bermaksud meremehkan tapi apa yang disampaikan sudah saya tahu sejak lama. Malah terkesan seperti pengulangan cerita. Yang membedakan barangkali hanya budaya mereka saja lantaran saya bukan berasal dari daerah tersebut.

Bisa saya simpulkan, talkshow itu hanya mengaris bawahi betapa sulitnya hidup sebagai perempuan.

Saya mulai bosan, lelah dan mulai merenung. Memikirkan perjalanan saya, hidup saya sebagai perempuan. Tidak ada enaknya jadi perempuan, pikir saya.

Saya selalu bertanya pada diri, apa yang menyenangkan menjadi perempuan? Terlalu banyak peraturan, terlalu banyak larangan, tidak bisa memilih jalan hidup sendiri, sekalipun berada dalam kondisi sulit sekalipun kita juga yang kena imbas pertama kali. Menyedihkan sekali.

“Perempuan itu tidak punya waktu untuk jadi dirinya, mereka lahir jadi anak, menikah kemudian menjadi istri dan ibu. Hidupnya hanya berkutat di sana saja. Kapan mereka menikmati hidup sebagai perempuan.” Jelas pembicara yang juga seorang perempuan.

Saya tidak tahu apa yang dimaksud menikmati hidup sebagai perempuan. Apakah menikmati hidup sebagai perempuan adalah dengan melajang seperti saya? Apakah dengan pergi ke mana pun seorang diri? Yang mampu melakukan apa pun seorang diri? Menikmati penderitaan ini? Menikmati luka yang tergores di tubuh? Saya merenungi cukup lama selama berjalan kaki keluar dari gedung, menikmati langit biru dan pepohonan.

“Bumi ini indah ya seperti perempuan.” Saya rasa itulah jawabannya.

Hidup sebagai perempuan dengan segala beban yang dipikul, dengan stigma atau label yang terus melekat dalam diri tidaklah mudah untuk diterima tapi dengan itu semua saya ingin mencintai diri saya, mencintai tubuh feminim dan hati yang lembut ini. Saya rasa itulah arti menikmati hidup sebagai perempuan.

Menikmati hidup sebagai perempuan adalah dengan mencintai dan menerima diri.

Saya bukan mengatakan kita harus menerima segala bentuk diskriminasi, pelecehan dan perilaku tidak mengenakkan lainnya dari masyarakat. Menikmati hidup sebagai perempuan bagi saya adalah mencintai diri, mengenal diri, tahu apa yang kita inginkan dan butuh dalam hidup ini.

Jikalau sudah memiliki luka bukankah kita harus merawatnya? Merawatnya hingga sembuh. Walau saya tahu dengan pasti dunia ini tidak ramah bagi perempuan. Akan ada luka yang tergores entah di tubuh atau hatinya. Lambat laun luka itu akan sembuh, mengering dan indah pada waktunya.

Untuk sekarang ini — bagi saya, tidak peduli kau lajang atau sudah menikah, menikmati hidup sebagai perempuan ketika kau sadar akan apa yang kau miliki dan siapa dirimu. Dengan begitu kau bisa menikmati hidup, walau terkadang menyedihkan jika harus membandingkan diri dengan perempuan lain.

“Dia jauh lebih cantik.”

“Dia lebih bahagia dari siapa pun.”

Terkadang kita tidak menyadari ‘privilege: yang kita miliki, sekecil apa pun, itu tetap ‘privilege’

Menjadi perempuan saya rasa juga privilege, kita indah dan berhati lembut. Sekalipun kita terluka goresan tersebut tetaplah indah.

Ya, pada akhirnya saya tidak merasa rugi menghadiri talkshow tersebut.

Tiba-tiba saya rindu ibu.

୨ৎ Berbagi Berdampak Hidup Lily Menikmati Perempuan sebagai Seorang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
kirklandc008@gmail.com
  • Website

Related Posts

How to Heal on a Deeper Level After Moving On

May 7, 2026

Finding Peace with Money After Years of Feeling “Responsibly Broke”

May 6, 2026

Am I Really Impatient?. Yes, I Am Impatient I failed my driving… | by Nishat Muskan | May, 2026

May 5, 2026

The Sounds That Helped Calm my Mind

May 5, 2026

It’s not selfish to choose yourself even after you meet love. | by savinah :) | May, 2026

May 4, 2026

The Beautiful Gift We Give Without Even Knowing

May 4, 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss

Guest Column| Policy, not farmers, holding back Punjab’s diversification

By kirklandc008@gmail.comMay 8, 2026

Apropos the HT article ‘Beyond the grain: Punjab needs new Green Revolution’ (May 3), it…

When women choose non-monogamy: ‘It’s an opportunity for more integration’ | Relationships

May 8, 2026

UP govt sacks five doctors, orders action against 16 health officials for negligence

May 8, 2026

Uttar Pradesh has moved away from politics of fatwas to development, says Yogi

May 8, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Our Picks

Guest Column| Policy, not farmers, holding back Punjab’s diversification

May 8, 2026

When women choose non-monogamy: ‘It’s an opportunity for more integration’ | Relationships

May 8, 2026

UP govt sacks five doctors, orders action against 16 health officials for negligence

May 8, 2026

Uttar Pradesh has moved away from politics of fatwas to development, says Yogi

May 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

About Us

Welcome to tisitwas, your trusted space for honest, heartfelt, and empowering relationship advice. Whether you're healing from a breakup, dealing with arguments, or searching for the one, we're here to walk with you every step of the way.

Our Picks

Guest Column| Policy, not farmers, holding back Punjab’s diversification

May 8, 2026

When women choose non-monogamy: ‘It’s an opportunity for more integration’ | Relationships

May 8, 2026
Recent Posts
  • Guest Column| Policy, not farmers, holding back Punjab’s diversification
  • When women choose non-monogamy: ‘It’s an opportunity for more integration’ | Relationships
  • UP govt sacks five doctors, orders action against 16 health officials for negligence
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • About Us
  • Get In Touch
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
© 2026 [Websie]. Designed by Pro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.