Close Menu
tisitwas.comtisitwas.com
  • Home
  • Breakups
  • Conflicts
  • Dating Tips
  • Marriage
  • Romance
  • Self-Love
  • Toxic Signs

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Exclusive| Riteish Deshmukh on first half of 2026: Even films that opened low, did big business later; this gives hope

July 2, 2026

The F word. I think it’s time we change the “F… | by Kalyani S | Jul, 2026

July 2, 2026

You be the judge: should my girlfriend stop leaving piles of her hair and nails around the flat? | Relationships

July 2, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
tisitwas.comtisitwas.com
  • Home
  • Breakups
  • Conflicts
  • Dating Tips
  • Marriage
  • Romance
  • Self-Love
  • Toxic Signs
tisitwas.comtisitwas.com
Home»Self-Love»Menikmati Hidup sebagai Seorang Perempuan | by Lily ୨ৎ | Berbagi & Berdampak | May, 2026
Self-Love

Menikmati Hidup sebagai Seorang Perempuan | by Lily ୨ৎ | Berbagi & Berdampak | May, 2026

kirklandc008@gmail.comBy kirklandc008@gmail.comMay 5, 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
Menikmati Hidup sebagai Seorang Perempuan | by Lily ୨ৎ | Berbagi & Berdampak | May, 2026
Share
Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

Saya ingin mencintai diri saya sebagai perempuan yang penuh luka dan penderitaan.

Lily ୨ৎ

Press enter or click to view image in full size

https://pin.it/6G0d7sKIx

Beberapa waktu lalu saya menghadiri dua talkshow sekaligus, pembahasannya tidak lepas dari topik perempuan. saya tidak mengharapkan apa pun dari talkshow ini intinya saya hanya ingin hadir saja, minimal saya dapat teman baru. Dari dua talkshow yang saya datangi belum ada insight baru yang saya dapat, bukan bermaksud meremehkan tapi apa yang disampaikan sudah saya tahu sejak lama. Malah terkesan seperti pengulangan cerita. Yang membedakan barangkali hanya budaya mereka saja lantaran saya bukan berasal dari daerah tersebut.

Bisa saya simpulkan, talkshow itu hanya mengaris bawahi betapa sulitnya hidup sebagai perempuan.

Saya mulai bosan, lelah dan mulai merenung. Memikirkan perjalanan saya, hidup saya sebagai perempuan. Tidak ada enaknya jadi perempuan, pikir saya.

Saya selalu bertanya pada diri, apa yang menyenangkan menjadi perempuan? Terlalu banyak peraturan, terlalu banyak larangan, tidak bisa memilih jalan hidup sendiri, sekalipun berada dalam kondisi sulit sekalipun kita juga yang kena imbas pertama kali. Menyedihkan sekali.

“Perempuan itu tidak punya waktu untuk jadi dirinya, mereka lahir jadi anak, menikah kemudian menjadi istri dan ibu. Hidupnya hanya berkutat di sana saja. Kapan mereka menikmati hidup sebagai perempuan.” Jelas pembicara yang juga seorang perempuan.

Saya tidak tahu apa yang dimaksud menikmati hidup sebagai perempuan. Apakah menikmati hidup sebagai perempuan adalah dengan melajang seperti saya? Apakah dengan pergi ke mana pun seorang diri? Yang mampu melakukan apa pun seorang diri? Menikmati penderitaan ini? Menikmati luka yang tergores di tubuh? Saya merenungi cukup lama selama berjalan kaki keluar dari gedung, menikmati langit biru dan pepohonan.

“Bumi ini indah ya seperti perempuan.” Saya rasa itulah jawabannya.

Hidup sebagai perempuan dengan segala beban yang dipikul, dengan stigma atau label yang terus melekat dalam diri tidaklah mudah untuk diterima tapi dengan itu semua saya ingin mencintai diri saya, mencintai tubuh feminim dan hati yang lembut ini. Saya rasa itulah arti menikmati hidup sebagai perempuan.

Menikmati hidup sebagai perempuan adalah dengan mencintai dan menerima diri.

Saya bukan mengatakan kita harus menerima segala bentuk diskriminasi, pelecehan dan perilaku tidak mengenakkan lainnya dari masyarakat. Menikmati hidup sebagai perempuan bagi saya adalah mencintai diri, mengenal diri, tahu apa yang kita inginkan dan butuh dalam hidup ini.

Jikalau sudah memiliki luka bukankah kita harus merawatnya? Merawatnya hingga sembuh. Walau saya tahu dengan pasti dunia ini tidak ramah bagi perempuan. Akan ada luka yang tergores entah di tubuh atau hatinya. Lambat laun luka itu akan sembuh, mengering dan indah pada waktunya.

Untuk sekarang ini — bagi saya, tidak peduli kau lajang atau sudah menikah, menikmati hidup sebagai perempuan ketika kau sadar akan apa yang kau miliki dan siapa dirimu. Dengan begitu kau bisa menikmati hidup, walau terkadang menyedihkan jika harus membandingkan diri dengan perempuan lain.

“Dia jauh lebih cantik.”

“Dia lebih bahagia dari siapa pun.”

Terkadang kita tidak menyadari ‘privilege: yang kita miliki, sekecil apa pun, itu tetap ‘privilege’

Menjadi perempuan saya rasa juga privilege, kita indah dan berhati lembut. Sekalipun kita terluka goresan tersebut tetaplah indah.

Ya, pada akhirnya saya tidak merasa rugi menghadiri talkshow tersebut.

Tiba-tiba saya rindu ibu.

୨ৎ Berbagi Berdampak Hidup Lily Menikmati Perempuan sebagai Seorang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
kirklandc008@gmail.com
  • Website

Related Posts

The F word. I think it’s time we change the “F… | by Kalyani S | Jul, 2026

July 2, 2026

Jalan 1: Serpihan Asa yang Masih Tertinggal | by Na` | Jul, 2026

July 2, 2026

Overcoming Codependency: Breaking the Cycle of Unhealthy Relationships

July 2, 2026

The Problem with Being the Easy One

July 1, 2026

Learning How to Live Life to the Fullest with Mental Illness

June 30, 2026

What I Learned from a Lifetime of Feeling Different

June 29, 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss

Exclusive| Riteish Deshmukh on first half of 2026: Even films that opened low, did big business later; this gives hope

By kirklandc008@gmail.comJuly 2, 2026

The half yearly reports are in for the film industry, and Riteish Deshmukh has a…

The F word. I think it’s time we change the “F… | by Kalyani S | Jul, 2026

July 2, 2026

You be the judge: should my girlfriend stop leaving piles of her hair and nails around the flat? | Relationships

July 2, 2026

Taylor Swift and Travis Kelce’s wedding: Fairytale decor, million dollar budget; Here’s all you need to know!

July 2, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Our Picks

Exclusive| Riteish Deshmukh on first half of 2026: Even films that opened low, did big business later; this gives hope

July 2, 2026

The F word. I think it’s time we change the “F… | by Kalyani S | Jul, 2026

July 2, 2026

You be the judge: should my girlfriend stop leaving piles of her hair and nails around the flat? | Relationships

July 2, 2026

Taylor Swift and Travis Kelce’s wedding: Fairytale decor, million dollar budget; Here’s all you need to know!

July 2, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

About Us

Welcome to tisitwas, your trusted space for honest, heartfelt, and empowering relationship advice. Whether you're healing from a breakup, dealing with arguments, or searching for the one, we're here to walk with you every step of the way.

Our Picks

Exclusive| Riteish Deshmukh on first half of 2026: Even films that opened low, did big business later; this gives hope

July 2, 2026

The F word. I think it’s time we change the “F… | by Kalyani S | Jul, 2026

July 2, 2026
Recent Posts
  • Exclusive| Riteish Deshmukh on first half of 2026: Even films that opened low, did big business later; this gives hope
  • The F word. I think it’s time we change the “F… | by Kalyani S | Jul, 2026
  • You be the judge: should my girlfriend stop leaving piles of her hair and nails around the flat? | Relationships
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • About Us
  • Get In Touch
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
© 2026 [Websie]. Designed by Pro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.