Close Menu
tisitwas.comtisitwas.com
  • Home
  • Breakups
  • Conflicts
  • Dating Tips
  • Marriage
  • Romance
  • Self-Love
  • Toxic Signs

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ease, Not Effortlessness. The healthiest relationships don’t ask… | by Tiffany Post | Jul, 2026

July 4, 2026

The Luxury of One. A Poem by A.S. | by Alyze Sam, “I’m just here to serve” | Jul, 2026

July 4, 2026

Argentina vs Cape Verde LIVE Updates, FIFA World Cup 2026: Vozinha denies Messi again after Duarte’s equaliser

July 3, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
tisitwas.comtisitwas.com
  • Home
  • Breakups
  • Conflicts
  • Dating Tips
  • Marriage
  • Romance
  • Self-Love
  • Toxic Signs
tisitwas.comtisitwas.com
Home»Toxic Signs»Kekerasan Seksual Tak Kunjung Usai, Ini Penjelasan dari Perspektif Identitas | by Rublikpol | Apr, 2026
Toxic Signs

Kekerasan Seksual Tak Kunjung Usai, Ini Penjelasan dari Perspektif Identitas | by Rublikpol | Apr, 2026

kirklandc008@gmail.comBy kirklandc008@gmail.comApril 13, 2026No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
Kekerasan Seksual Tak Kunjung Usai, Ini Penjelasan dari Perspektif Identitas | by Rublikpol | Apr, 2026
Share
Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

Rublikpol

(MPK Indonesia)

Dalam beberapa bulan pada tahun 2026, kasus pelecehan dan kekerasan seksual marak diperbincangkan di media sosial. Pelaku dalam kasus-kasus tersebut mayoritas laki-laki, baik dari kalangan masyarakat umum maupun mereka yang memiliki gelar dan jabatan. Fenomena ini menunjukkan bahwa kekerasan seksual masih menjadi persoalan serius yang melintasi batas status sosial.

Kasus seperti ini tidak boleh diabaikan. Diperlukan tindakan tegas untuk menjerat pelaku kejahatan seksual. Namun, muncul pertanyaan mendasar: mengapa kekerasan seksual masih terus terjadi? Tulisan ini mencoba mengurai persoalan tersebut dengan pendekatan analitis.

Kekerasan seksual dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dalam tulisan ini, pendekatan yang digunakan merujuk pada pemikiran Francis Fukuyama dalam bukunya Identity: Contemporary Identity Politics and the Struggle for Recognition. Fukuyama memperkenalkan konsep Third Part of the Soul yang mencakup tiga unsur, yaitu thymos, megalotymia, dan isotymia.

Thymos adalah dorongan untuk diakui. Megalotymia merujuk pada keinginan untuk diakui sebagai pihak yang lebih unggul. Sementara itu, isotymia adalah keinginan untuk diakui setara. Ketiga konsep ini menjadi kerangka analisis untuk memahami dinamika kekerasan seksual.

Dalam sejarah perjuangan perempuan, terlihat bahwa perempuan berada pada posisi isotymia, yakni menuntut pengakuan setara dengan laki-laki. Pada masa lalu, perempuan kerap dipandang rendah, mengalami kekerasan fisik, dan dibatasi perannya di ruang publik. Mereka lebih sering ditempatkan di ranah domestik. Kondisi tersebut memicu kemarahan, kekecewaan, dan kesedihan, yang kemudian mendorong perempuan untuk memperjuangkan kesetaraan. Dengan identitas yang sama sebagai kelompok yang direndahkan, perempuan membangun solidaritas dan menuntut pengakuan setara.

Setelah tuntutan kesetaraan mulai tercapai, muncul dinamika baru berupa pertarungan identitas antara laki-laki dan perempuan. Pertarungan ini berkaitan dengan siapa yang lebih unggul, yang dalam konsep Fukuyama disebut megalotymia. Dalam konteks ini, kekerasan seksual dapat dipahami sebagai manifestasi dari dorongan sebagian laki-laki untuk mempertahankan posisi superior. Mereka belum sepenuhnya menerima kesetaraan perempuan dan masih memandang dirinya lebih tinggi.

Upaya mempertahankan megalotymia tersebut dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari ujaran hingga tindakan kekerasan. Fukuyama menjelaskan bahwa ketika isotymia tercapai, perjuangan akan bergeser pada perebutan megalotymia. Laki-laki berusaha mempertahankan superioritasnya, sementara perempuan berupaya memperoleh pengakuan yang sama. Pertarungan identitas inilah yang turut menjelaskan mengapa kekerasan seksual masih terus terjadi.

Oleh karena itu, dorongan megalotymia perlu dibatasi. Jika tidak dikendalikan, dorongan ini dapat mendorong seseorang untuk merendahkan bahkan merugikan orang lain. Pengendalian diri dan kesadaran akan pentingnya kesetaraan menjadi kunci untuk mencegah kekerasan. Tanpa itu, megalotymia justru berpotensi merusak, baik bagi individu maupun kehidupan sosial secara luas.

~Oleh Nabil Saputra

Apr dari Identitas ini Kekerasan Kunjung Penjelasan Perspektif Rublikpol Seksual tak Usai
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
kirklandc008@gmail.com
  • Website

Related Posts

Runtuh di Persimpangan. Aku otw ke sana, kita obrolin baik-baik… | by maddeline | Jul, 2026

July 3, 2026

The 2 Paths To Freedom: Low Contact Vs No Contact | by Big Nehe (Content Guru) | Jul, 2026

July 3, 2026

How Do You Politely Stomach the Garbage People Feed You? | by Britt H aka Mika | Jul, 2026

July 3, 2026

Enhancing Individual Patient Care in Couples Therapy

June 30, 2026

How to Stay Connected as a Couple During the Summer

June 29, 2026

Emotional Manipulation: Signs You Shouldn’t Ignore

June 27, 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss

Ease, Not Effortlessness. The healthiest relationships don’t ask… | by Tiffany Post | Jul, 2026

By kirklandc008@gmail.comJuly 4, 2026

The healthiest relationships don’t ask for less effort. They ask for less unnecessary resistance.All worthwhile…

The Luxury of One. A Poem by A.S. | by Alyze Sam, “I’m just here to serve” | Jul, 2026

July 4, 2026

Argentina vs Cape Verde LIVE Updates, FIFA World Cup 2026: Vozinha denies Messi again after Duarte’s equaliser

July 3, 2026

Runtuh di Persimpangan. Aku otw ke sana, kita obrolin baik-baik… | by maddeline | Jul, 2026

July 3, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Our Picks

Ease, Not Effortlessness. The healthiest relationships don’t ask… | by Tiffany Post | Jul, 2026

July 4, 2026

The Luxury of One. A Poem by A.S. | by Alyze Sam, “I’m just here to serve” | Jul, 2026

July 4, 2026

Argentina vs Cape Verde LIVE Updates, FIFA World Cup 2026: Vozinha denies Messi again after Duarte’s equaliser

July 3, 2026

Runtuh di Persimpangan. Aku otw ke sana, kita obrolin baik-baik… | by maddeline | Jul, 2026

July 3, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

About Us

Welcome to tisitwas, your trusted space for honest, heartfelt, and empowering relationship advice. Whether you're healing from a breakup, dealing with arguments, or searching for the one, we're here to walk with you every step of the way.

Our Picks

Ease, Not Effortlessness. The healthiest relationships don’t ask… | by Tiffany Post | Jul, 2026

July 4, 2026

The Luxury of One. A Poem by A.S. | by Alyze Sam, “I’m just here to serve” | Jul, 2026

July 4, 2026
Recent Posts
  • Ease, Not Effortlessness. The healthiest relationships don’t ask… | by Tiffany Post | Jul, 2026
  • The Luxury of One. A Poem by A.S. | by Alyze Sam, “I’m just here to serve” | Jul, 2026
  • Argentina vs Cape Verde LIVE Updates, FIFA World Cup 2026: Vozinha denies Messi again after Duarte’s equaliser
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • About Us
  • Get In Touch
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
© 2026 [Websie]. Designed by Pro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.