Close Menu
tisitwas.comtisitwas.com
  • Home
  • Breakups
  • Conflicts
  • Dating Tips
  • Marriage
  • Romance
  • Self-Love
  • Toxic Signs

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex

August 9, 2026

The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love

August 9, 2026

The moment I knew: As I packed, our future looked uncertain – then he gave me his fluffy pyjamas | Australian lifestyle

August 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
tisitwas.comtisitwas.com
  • Home
  • Breakups
  • Conflicts
  • Dating Tips
  • Marriage
  • Romance
  • Self-Love
  • Toxic Signs
tisitwas.comtisitwas.com
Home»Toxic Signs»Kekerasan Seksual Tak Kunjung Usai, Ini Penjelasan dari Perspektif Identitas | by Rublikpol | Apr, 2026
Toxic Signs

Kekerasan Seksual Tak Kunjung Usai, Ini Penjelasan dari Perspektif Identitas | by Rublikpol | Apr, 2026

kirklandc008@gmail.comBy kirklandc008@gmail.comApril 13, 2026No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
Kekerasan Seksual Tak Kunjung Usai, Ini Penjelasan dari Perspektif Identitas | by Rublikpol | Apr, 2026
Share
Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

Rublikpol

(MPK Indonesia)

Dalam beberapa bulan pada tahun 2026, kasus pelecehan dan kekerasan seksual marak diperbincangkan di media sosial. Pelaku dalam kasus-kasus tersebut mayoritas laki-laki, baik dari kalangan masyarakat umum maupun mereka yang memiliki gelar dan jabatan. Fenomena ini menunjukkan bahwa kekerasan seksual masih menjadi persoalan serius yang melintasi batas status sosial.

Kasus seperti ini tidak boleh diabaikan. Diperlukan tindakan tegas untuk menjerat pelaku kejahatan seksual. Namun, muncul pertanyaan mendasar: mengapa kekerasan seksual masih terus terjadi? Tulisan ini mencoba mengurai persoalan tersebut dengan pendekatan analitis.

Kekerasan seksual dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dalam tulisan ini, pendekatan yang digunakan merujuk pada pemikiran Francis Fukuyama dalam bukunya Identity: Contemporary Identity Politics and the Struggle for Recognition. Fukuyama memperkenalkan konsep Third Part of the Soul yang mencakup tiga unsur, yaitu thymos, megalotymia, dan isotymia.

Thymos adalah dorongan untuk diakui. Megalotymia merujuk pada keinginan untuk diakui sebagai pihak yang lebih unggul. Sementara itu, isotymia adalah keinginan untuk diakui setara. Ketiga konsep ini menjadi kerangka analisis untuk memahami dinamika kekerasan seksual.

Dalam sejarah perjuangan perempuan, terlihat bahwa perempuan berada pada posisi isotymia, yakni menuntut pengakuan setara dengan laki-laki. Pada masa lalu, perempuan kerap dipandang rendah, mengalami kekerasan fisik, dan dibatasi perannya di ruang publik. Mereka lebih sering ditempatkan di ranah domestik. Kondisi tersebut memicu kemarahan, kekecewaan, dan kesedihan, yang kemudian mendorong perempuan untuk memperjuangkan kesetaraan. Dengan identitas yang sama sebagai kelompok yang direndahkan, perempuan membangun solidaritas dan menuntut pengakuan setara.

Setelah tuntutan kesetaraan mulai tercapai, muncul dinamika baru berupa pertarungan identitas antara laki-laki dan perempuan. Pertarungan ini berkaitan dengan siapa yang lebih unggul, yang dalam konsep Fukuyama disebut megalotymia. Dalam konteks ini, kekerasan seksual dapat dipahami sebagai manifestasi dari dorongan sebagian laki-laki untuk mempertahankan posisi superior. Mereka belum sepenuhnya menerima kesetaraan perempuan dan masih memandang dirinya lebih tinggi.

Upaya mempertahankan megalotymia tersebut dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari ujaran hingga tindakan kekerasan. Fukuyama menjelaskan bahwa ketika isotymia tercapai, perjuangan akan bergeser pada perebutan megalotymia. Laki-laki berusaha mempertahankan superioritasnya, sementara perempuan berupaya memperoleh pengakuan yang sama. Pertarungan identitas inilah yang turut menjelaskan mengapa kekerasan seksual masih terus terjadi.

Oleh karena itu, dorongan megalotymia perlu dibatasi. Jika tidak dikendalikan, dorongan ini dapat mendorong seseorang untuk merendahkan bahkan merugikan orang lain. Pengendalian diri dan kesadaran akan pentingnya kesetaraan menjadi kunci untuk mencegah kekerasan. Tanpa itu, megalotymia justru berpotensi merusak, baik bagi individu maupun kehidupan sosial secara luas.

~Oleh Nabil Saputra

Apr dari Identitas ini Kekerasan Kunjung Penjelasan Perspektif Rublikpol Seksual tak Usai
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
kirklandc008@gmail.com
  • Website

Related Posts

Kepada Kamu: Tak Ada Sunset untuk Kita Hari Itu

August 5, 2026

Blood Is Not Thicker Than Water. It’s Just Slower.

August 4, 2026

Aku Tak Pernah Berhasil Menyelami Lautmu

August 3, 2026

6 Darkest Manipulation Tactics That Destroy Your Sense Of Reality

August 3, 2026

The Part Of You That Cannot Leave: An IFS View Of Codependent Relationships

August 2, 2026

The Reaction Was Not the Abuse: Understanding Coerced Defensive Aggression After Narcissistic Abuse

August 1, 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss

My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex

By kirklandc008@gmail.comAugust 9, 2026

My husband and I have been together for six years. He is 60, 20 years…

The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love

August 9, 2026

The moment I knew: As I packed, our future looked uncertain – then he gave me his fluffy pyjamas | Australian lifestyle

August 8, 2026

Blind date: ‘I asked him to compliment my outfit and he said he didn’t really like it’ | Dating

August 8, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Our Picks

My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex

August 9, 2026

The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love

August 9, 2026

The moment I knew: As I packed, our future looked uncertain – then he gave me his fluffy pyjamas | Australian lifestyle

August 8, 2026

Blind date: ‘I asked him to compliment my outfit and he said he didn’t really like it’ | Dating

August 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

About Us

Welcome to tisitwas, your trusted space for honest, heartfelt, and empowering relationship advice. Whether you're healing from a breakup, dealing with arguments, or searching for the one, we're here to walk with you every step of the way.

Our Picks

My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex

August 9, 2026

The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love

August 9, 2026
Recent Posts
  • My husband won’t make any effort to please me in bed | Sex
  • The Advice Marriage Therapists Give Couples Who’ve Fallen Out Of Love
  • The moment I knew: As I packed, our future looked uncertain – then he gave me his fluffy pyjamas | Australian lifestyle
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • About Us
  • Get In Touch
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
© 2026 [Websie]. Designed by Pro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.