menghindar, merasa kecil, dan takut ditolak.
mengapa di dunia yang luas ini — saya harus bertemu seorang avoidant seperti kamu. saya sulit jatuh cinta, saya sulit untuk menjadi diri sendiri dihadapan orang lain, tetapi saat saya bersama kamu — saya sepenuhnya menjadi diri sendiri. menjadi seseorang yang tak bisa dilihat siapapun, dan mungkin tidak akan pernah dilihat siapapun.
saya tahu bahwa jatuh cinta adalah sebuah ketidaksengajaan, sebuah hal yang tidak pernah bisa direncanakan, tapi saya merencanakannya.
saya dengan penuh yakin memutuskan untuk jatuh cinta kepada sang avoidant tanpa saya ketahui dia adalah seorang avoidant. aneh.
nyatanya, setelah saya mengetahui dia seorang avoidant, saya sedikit kecewa.
mengapa dia begitu?
ah, pertanyaan yang seharusnya tidak perlu ditanyakan. setelah tahu dia begitu, saya semakin aneh, mengapa saya tetap saja berharap dan menunggu kehadirannya kembali?
saya yakin semua orang yang sedang jatuh cinta mempunyai alasannya tersendiri tentang ‘mengapa dia jatuh cinta.’ tak lain dan tak bukan, saya yakin diantara mereka pasti jika ditanya “mengapa kamu mencintainya?” — jawabannya adalah “karena ia berbeda.”
ya, itu adalah dia. dia berbeda.